Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
No comment yet

Ask Maba: Riza Azzahra

“Halo Icha, sibuk nggak?” tanya Mutia
“Oh enggak kok Kak, kenapa?” jawab Rizza Azzahra yang biasa dipanggil Icha
“Aku mau wawancara buat Cangkir nih, Cha.” jawab Mutia.
“Boleh kok Kak.” jawab Icha dengan senyum
“Gimana sih perasaannya masuk jurusan Sastra Indonesia?” tanya Mutia.
“Seneng banget Kak, seneeeeeeeng banget apalagi Sastra Indonesia adalah mimpi aku dari Sekolah Dasar. Rasanya mimpi kenyataan tuh,” Icha member jeda, “bahagia banget deh Kak.”
Mutia bertanya lagi, “terus menurut Icha gimana nih acara penyambutan mahasiswa baru? Dari sambut maba, kumpul maba, sampai HHK?”
*nunggu Icha kelar makan*
“Sambut maba luar biasa apalagi kebetulan waktu itu aku maba pertama yang sampai di Sambut Maba IKSI. Udah stand by dari jam 5-an di Balairung J. Kumpul Maba juga seru banget bisa tahu kakak-kakaknya lebih banyak lagi karena yang datang banyak. HHK seru banget sumpah. Dikasih tugasnya santai dan enggak berat banget. HHK Kunjungannya asyik banget, mentornya seru dan menyenangkan. Panitianya luar biasa dan IKSI keren!” jawab Icha dengan senang usai makan.
“Baiklah, terima kasih Icha atas waktunya” kata Mutia sembari ucap terima kasih menutup wawancara ini.
“Oke, Kak Mut.”

Wawancara oleh Mutia Nurul Sabira (IKSI 2011)

Ditulis oleh Hana Rosmalia Alfia (IKSI 2011)
No comment yet

Minggu Ketua IKSI

Minggu lalu Cangkir udah bahas soal Minggu Pagi di Bundaran Rektorat ya kan? Nah, sekarang Cangkir bakal bagiin hasil wawancara Cangkir dengan Rakasiwi Permana Putra selaku Ketua IKSI nih, Sobat Cangkir.
Pertanyaan (P): Apa kabar, Raka?
Jawab (J): Baik, Sobat Cangkir.
P: Sibuk apa sih, Raka?
J: Ada tiga sih kesibukannya di samping kehidupan pribadi, yaitu soal akademis, IKSI, dan les di luar kampus. Terus kalau hari kuliah sih, sebagai Ketua IKSI ya datang rapat, mengawasi IKSI dan kinerja BPH-nya juga. Kemudian, kalau Senin ya datang di rapat Falasido, Selasa di rapat HHK, dan biasanya kalau dulu itu hari Rabu rapat ITP. Nah, Kamis dan Jumat biasanya diundang HMJ lain untuk datang ke acaranya atau enggak biasanya ada rapat di BEM atau DPM yang biasanya selesai jam 8 malam.
P: Kalau di BEM atau DPM ngerapatin apa?
J: Ya biasanya tentang program kerja DPM. DPM kan membawahi HMJ juga BEM, yang kegiatannya harus sinergis dengan bawahan-bawahannya, termasuk IKSI.
P: Oh gitu ya Pak Ketua IKSI. Nah, kalau akhir pekan biasanya diisi sama apa nih?
J: Kalau Sabtu tuh biasanya gue beresin kamar, beresin baju, Sobat Cangkir. Tapi gak hanya itu, gue juga evaluasi diri gue selama seminggu di IKSI. Sabtu itu jadi hari evaluasi diri gue, gue ketik apa yang kurang dari gue, yang bagus apa. Nantinya gue perbaiki di minggu selanjutnya.
P: Itu kan Sabtu ya Pak Ketua IKSI, kalau MInggu?
J: Minggu tuh hari have fun gue. Gue biasanya nonton TV, nonton kartun Doraemon. Gue suka banget sama Sizuka, pengen deh punya pacar kayak dia. Kalau dulu sih gue suka nonton Avatar, tapi ya nonton kartun buat hiburan semata gitu. Kalau mau olahraga kayak edisi Cangkir minggu lalu tuh malas, uda mainstream.
Biasanya juga gue ketemu temen-temen SMA gue. Kumpul rutin gitu. Ya pas kumpul itu ya bisa ngomongin cewek, hidup, aktivitas. Itu biasanya mulai dari jam 4 sore ‘till drop, seru-seruan gitu.
P: Terima kasih banyak ya Raka atas bincang singkatnya untuk Cangkir. Semoga kita masih ada waktu ya buat wawancara Raka lagi J
J: Iya, sama-sama Cangkir. Terima kasih ya, Sobat Cangkir yang udah baca mading virtual Cangkir.
Wah, ketua IKSI kita anti mainstream nih, Sobat Cangkir. Dia juga punya teladan nih buat kita yang bingung Sabtunya mau dipakai buat apa, boleh banget meniru Raka yang meluangkan Sabtunya untuk evaluasi diri. Kemudian bersenang-senang di Minggunya. Kita doakan juga yuk biar Raka bisa dapet cewek kayak Sizuka, Sobat Cangkir!

Wawancara oleh Hana Rosmalia Alfia (IKSI 2011)

Ditulis oleh Hana Rosmalia Alfia (IKSI 2011)
No comment yet

Sosok Kartini Masa Kini


Halo, halo, halo… J Meskipun bulan April telah lewat, inget gak kalo ada hari penting di bulan April ini? Yap, di bulan April, ada hari Kartini! Hari Kartini jatuh pada tanggal 21 April. Nah, dalam rangka hari Kartini, Cangkir akan menampilkan sosok Kartini masa kini yang dekat dengan anak-anak IKSI. Dia adalah… Bu Riris! Ketua Dewan Guru Besar FIB UI yang bernama lengkap Riris K. Toha-Sarumpaet ini, menurut Cangkir, bener-bener mencerminkan Kartini masa kini. Beliau begitu peduli dengan kaum wanita dan anak-anak. Beliau juga sosok yang bijaksana dan berani menentang segala penindasan yang dilakukan orang-orang dzalim! Huehehe beliau memang sosok wanita yang menganggumkan. Yuk, simak hasil wawancara Cangkir dengan Bu Riris!


Bu Riris sangat menghargai tokoh Kartini, loh. Kartini dengan bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi sumber semangat bagi wanita Indonesia. Ia seakan mendorong wanita Indonesia agar tidak diam saja dan ikut membangun bangsa Indonesia! Dalam bukunya, ia menuliskan nasib wanita yang mengalami penindasan oleh kaum lelaki. Walaupun Bu Riris merasa Kartini sengaja ditokohkan oleh Belanda pada masa itu, toh Kartini memang punya pengaruh yang besar. Buktinya, pemerintah sampai sengaja menetapkan tanggal 21 April sebagai hari Kartini. Yang jelas, sosok Kartini membuat anak-anak senang karena setiap tanggal 21 April, anak-anak berdandan cantik dengan baju daerahnya untuk merayakan hari Kartini. Jadi inget zaman SD deeeeh hihi.

Menurut Bu Riris, Kartini ikut menyumbangkan pemikiran emansipasi wanita.  Lalu, apa pendapat Bu Riris tentang emansipasi itu ya? Menurutnya, emansipasi adalah sikap untuk menghargai sesama manusia, entah itu kepada wanita, kepada orang yang lebih tua, ataupun kepada teman-teman. Emansipasi tidak menomorsatukan wanita, tapi lebih kepada sikap untuk menyayangi semua manusia. Tidak ada istilah ladies first, yang jelas, jika seseorang itu baik dan memiliki hati nurani, dia pasti akan mengalah dan menghargai wanita.Tuhan memberikan tenaga dan otot-otot kepada lelaki agar bisa menjaga dan melindungi wanita dan Tuhan memberikan kelembutan dan kecantikan kepada wanita untuk mendampingi lelaki. Wanita jangan merasa ingin menjadi yang utama dan nomor satu, wanita harus berdampingan dan saling menghargai dengan laki-laki.  Widih, setuju banget nih sama Bu Riris!  J

Wanita yang merasa lebih baik dan menindas laki-laki inilah yang Bu Riris sayangkan. Emansipasi dianggap sebagai sikap yang menganggap wanita yang terbaik dan tidak membutuhkan laki-laki. Wanita jadi sibuk merias diri, memperkaya diri sendiri, dan mengejar semua keinginannya tanpa peduli pada sesamanya. Inilah yang disayangkan oleh Bu Riris. Menurutnya, orientasi emansipasi wanita jadi mundur karena ketidakpahaman wanita mengenai emansipasi itu sendiri.

Saat ditanya mengenai wanita yang benar-benar mencerminkan Kartini masa kini, Bu Riris langsung teringat Ibunya sendiri dan Ibu Saparinah Sadli. Saparinah Sadli adalah sosok yang benar-benar peduli dengan nasib wanita, beliau adalah Guru Besar Psikologi UI sekaligus pendiri Program Kajian Wanita. Ingat peristiwa Mei 1998, kan? Banyak wanita yang diperkosa saat itu dan Bu Sap inilah yang membantu wanita-wanita ini. Hebat banget ya!

Lalu, apa sih yang Bu Riris sudah lakukan untuk kaum wanita? Bu Riris langsung speechless dan bilang pertanyaan ini menjebak. Lalu, dengan rendah hati, Bu Riris mengatakan bahwa di setiap seminar dan kuliah yang ia berikan, ia selalu menganjurkan para wanita agar menjadi wanita yang berguna bagi negara dan keluarga.

Wanita harus berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan kelembutan dan kasih sayangnya, wanita bisa ikut membangun bangsa. Jika ada seorang pria yang sukses dan baik, akan selalu ada wanita yang lembut dan sangat baik di sampingnya. Nah, kalau ada laki-laki yang jahat, pasti itu gara-gara istri atau ibunya yang jahat. Laki-laki yang jadi koruptor di Indonesia itu pasti korupsi karena istrinya nuntut macem-macem! Nah loh bisa begitu yaaa :P 

Wah, berarti nasib negara Indonesia sekarang berada di tangan wanita dong? Iya benar! Menurut Bu Riris juga begitu, loh. Makanya, mulai sekarang, yuk jadi wanita yang baik dan jadi Kartini bagi Indonesia! Wawancara dengan Bu Riris benar-benar menyenangkan dan menginspirasi ya? Hihi, terima kasih banyak Bu Riris J J